Hati-hati dengan Bahasa Iklan Operator Selular

Iklan HP

Kalau kita perhatikan Bahasa iklan sekarang banyak yang nggak benar perlu di cermati lebih dalam. Apalagi iklan operator selular di indonesia terlalu gombal bombastis. Kalo lihat iklan operator selular selalu selidiki prasyaratnya jangan di terima mentah-mentah. Jangan lupa perhatikan tanda *. Karena itu adalah tanda keterangan lebih lanjut. Tapi lain lagi dengan si XL yang berbuat “curang” tidak mencantumkan tanda * di iklannya, sehingga banyak orang merasa tertipu angry. Benar-benar merugikan konsumen

Sekarang giliran si IM3 yang ikut-ikutan perang tarif, dengan tarifnya Rp. 0.01. Kalau saya sih nggak terlalu terpengaruh cape deh. Pasti ada udang prasyarat khusus di balik nya. Kalau ganti nomer HP (untuk selamanya) karena niatnya cuma pingin nyicipin tarif “murah” operator lain … Pikir-pikir dulu deh .

About these ads

8 responses to “Hati-hati dengan Bahasa Iklan Operator Selular

  1. Namanya juga iklan. Pasti pakai bahasa iklan. Samar-samar, menarik dan menunggu… korban :P

  2. @djunaedird
    Tapi yang terjadi di iklan Xl yang banyak bikin orang kecele…secara dia menghilangkan tanda *

  3. Pingback: Perang Iklan Telkomsel dan XL « My Simple Blog

  4. Pingback: Tarif XL bebas yang semakin menggila? « My Simple Blog

  5. yeah, aku hampir tergiur

  6. Pingback: Maraknya Judi Gaya Baru Via SMS « My Simple Blog

  7. cara2 iklan seluler itu, sma aja dengan tindak pidana penipuan, iya ga sich…/ cuman yang ini lebih diperhalus aja. biar ga’ terlalu keliatan kalo nipu. btw, yg ak heranin, knp sich ga ada tindakan hkum yang tegas buat mereka sich. kn kt pny uu perlndungan konsumen.

    Kasihan mereka yang nggak paham bahasa iklan yang “menipu”. Biasanya kata-kata “ketentuan berlaku” ditulis kecil banget di pojok lagi. Seharusnya ada tindakan tegas dari pemerintah. Semoga konsumen kita bisa lebih jeli dengan iklan yang tidak mendidik

  8. Ini bukti yang menunjukkan siapa sesungguhnya si pembuat iklan. Hukumnya memang bisnis, dagang, cari untung, itu sah-sah saja. Tetapi kembali lagi pada moral dan nurani pembuatnya. Mau jujur atau tidak. Sengaja menjebak atau tidak. Bayangkan barangkala ada ribuan, ratusan ribu, mungkin jutaan yang kecewa setelah membandingkan iklan dengan pelayanan yang sesungguhnya. Lalu yang jutaan itu mencaci maki dalam hati plus mendoakan agar si perusahaan dan team pembuat iklanya agar bangkrut, jerawatan, tidak bisa kentut, dst. dst. Sempurnalah mereka jadi orang celaka.

    Semoga mereka cepat sadar, kalau main tipu menipu nggak baik :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s